


Komando Pusat Amerika Serikat (US CENTCOM) mengonfirmasi bahwa militer AS akan kembali menggempur sejumlah titik strategis di wilayah Iran pada Kamis, 30 Juli 2026 pukul 08.00 WIB. Aksi militer terbaru ini memutus jeda ketegangan yang sempat berlangsung selama lima hari, sekaligus menandai babak baru dalam eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Operasi militer ini menyusul dinamika sehari sebelumnya, di mana pasukan AS dan Arab Saudi menggelar serangan gabungan terhadap posisi milisi yang disokong Iran di Irak. Presiden AS Donald Trump menegaskan dari Oval Office bahwa langkah tegas kali ini diambil setelah pasukan AS berhasil mencegat lima roket berkecepatan tinggi yang mengincar posisi mereka di kawasan tersebut.
Terkait aksi gabungan di Irak tersebut, laporan Axios mengungkapkan bahwa Menteri Pertahanan Arab Saudi Pangeran Khalid bin Salman telah melakukan pembicaraan langsung dengan Wakil Presiden AS JD Vance. Pangeran Khalid menyampaikan bahwa kendati serangan milisi pendukung Iran telah melewati batas toleransi (red line) hingga memicu respons militer gabungan, Riyadh tetap memprioritaskan jalur de-eskalasi dan diplomasi. Ia menegaskan Kerajaan tidak menginginkan konflik terus meluas, sembari menuding bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu lah yang terus menginginkan eskalasi konflik terus berlangsung.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.