Bitcoin kembali turun ke area $82.000 pada Kamis (22/10/2026), menghapus sebagian besar penguatan setelah sempat mendekati $85.000. Pelemahan berlangsung di tengah aksi jual saham teknologi global dan kenaikan harga minyak yang menekan minat terhadap aset berisiko.
Menurut Investing.com, Bitcoin diperdagangkan sekitar $82.785,80 pada pukul 13.13 WIB. Kekhawatiran terhadap prospek bisnis kecerdasan buatan atau AI serta tingginya biaya pendanaan turut membebani sentimen pasar dan perdagangan kripto.
Pada saat yang sama, minyak Brent menembus $112 per barel, level tertinggi sejak Mei, di tengah ketegangan Timur Tengah. Kenaikan harga energi memperkuat kekhawatiran bahwa inflasi akan sulit mereda dan suku bunga berpotensi bertahan tinggi.
Pemulihan sejumlah altcoin juga kehilangan momentum. Dalam laporan yang sama, Ether turun 0,3% menjadi $2.432,48, sementara Solana dan Cardano melemah masing masing 1,3% dan 2,5%. Bitcoin masih bergerak dalam rentang perdagangan yang terbentuk selama sebulan terakhir.


.png)
