AI agent mulai mengambil peran lebih besar dalam keamanan kripto, mulai dari melacak aset curian, menyusun laporan aktivitas mencurigakan hingga menghentikan smart contract secara otomatis, menurut perusahaan keamanan blockchain CertiK.
Teknologi tersebut memungkinkan sistem AI memantau transaksi blockchain secara real-time, mengenali pola mencurigakan dan mengambil tindakan lebih cepat dibandingkan proses manual. Kemampuan ini berpotensi membantu protokol merespons eksploitasi sebelum kerugian semakin besar.
Namun, CertiK menilai penggunaan AI secara mandiri menimbulkan persoalan baru terkait tanggung jawab. Setiap AI agent tetap perlu memiliki manusia yang secara jelas bertanggung jawab apabila sistem mengambil keputusan yang salah atau menimbulkan kerugian.
Masalah ini menjadi semakin penting ketika AI tidak lagi hanya memberikan rekomendasi, tetapi memiliki kewenangan langsung untuk memindahkan aset atau menghentikan smart contract. Kesalahan deteksi dapat menyebabkan transaksi sah ikut diblokir atau operasional protokol terganggu.


.png)
