Developer jaringan blockchain Layer 1 Harmony berencana melakukan rollback ke kondisi sebelum insiden peretasan yang terjadi pada pekan lalu. Langkah darurat ini diambil setelah investigasi internal mengonfirmasi adanya minting ilegal yang mencapai lebih dari 3 triliun token ONE melalui eksploitasi sistem.
​Berdasarkan laporan resmi developer pada Senin (17/8), proses rollback akan dijalankan oleh para validator pada Shard 0 dan Shard 1 ke titik tepat sebelum transaksi minting ilegal terjadi. Seluruh blok dan riwayat transaksi setelah titik insiden tersebut akan dibatalkan guna mengembalikan integritas jaringan ke kondisi semula.
​Pihak Harmony sempat mengkaji berbagai opsi penanganan lain sebelum memutuskan langkah pemulihan jaringan. Opsi seperti token burn, blacklisting wallet terkait, hingga migrasi token dinilai tidak optimal, sehingga rollback diputuskan sebagai solusi paling adil dan aman dengan risiko kegagalan konsensus paling rendah.
​Eksploitasi tersebut dipicu oleh celah verifikasi tanda terima lintas shard yang memungkinkan transaksi diproses berulang kali untuk mencetak token baru tanpa pengurangan saldo. Celah yang ditemukan pada 12 Agustus lalu ini dimanfaatkan pelaku untuk mencetak 3,01 triliun token ONE ke empat alamat wallet berbeda. Mengingat sebagian besar aset telah terdistribusi ke berbagai pool DEX dan bridge, perbaikan saldo normal dinilai hanya bisa diselesaikan melalui rollback konsensus jaringan.



