Induk perusahaan Bursa Efek New York (NYSE), Intercontinental Exchange (ICE), mengumumkan rencana pengoperasian pasar perpetual futures baru yang terikat regulasi di Amerika Serikat. Berdasarkan laporan keterbukaan informasi pada Kamis (29/10), raksasa keuangan ini berencana memanfaatkan infrastruktur blockchain Hyperliquid untuk mendukung eksekusi perdagangan terdesentralisasi tersebut.
​Melalui kemitraan strategis dengan entitas trade[XYZ], ICE akan mengelola izin operasional bursa serta sistem clearing teratur, sementara Hyperliquid bertindak sebagai penyedia infrastruktur onchain. Pengembangan jaringan ini menggunakan arsitektur standar HIP-3, sehingga para developer independen tetap memegang kendali penuh atas manajemen risiko dan aturan main di masing-masing platform.
​Langkah ekspansi institusional ini menarik perhatian luas dari para pelaku pasar global, termasuk investor ternama Stanley Druckenmiller yang mengulas potensi Hyperliquid di media sosial X. Sorotan terhadap proyek ini makin menguat setelah CEO Tesla, Elon Musk, memberikan respons singkat "Interesting" pada unggahan yang membahas integrasi infrastruktur tersebut.
​Sentimen positif ini langsung mendorong harga token native Hyperliquid (HYPE) melonjak 20% hingga mencapai $ 96, mendekati rekor tertinggi sepanjang masanya di level $97,96.



