Founder perusahaan penyedia hardware wallet OneKey, Yishi Wang, pada Minggu (1/11) memberi peringatan bahwa produk ETF Bitcoin milik BlackRock senilai $62 miliar berpotensi masuk dalam incaran kelompok hacker. Peringatan ini muncul menyusul insiden peretasan hot wallet Binance senilai $6 miliar yang diduga kuat melibatkan kelompok hacker Korea Utara
​"Saya curiga IBIT sudah masuk dalam daftar target utama Korea Utara," ujar Wang menanggapi potensi ancaman tersebut. Perhatian utama kini tertuju pada bursa kripto Coinbase yang bertindak sebagai tempat penyimpanan utama (kustodian) aset Bitcoin milik BlackRock tersebut. Per 29 Oktober, Coinbase mengelola sekitar 815.000 BTC untuk dana ETF tersebut, atau setara hampir 4% dari total seluruh Bitcoin yang ada di dunia.
​Sebagai langkah antisipasi setelah pembobolan Binance, pihak Coinbase mengaku langsung memperketat sistem penyimpanan cold wallet mereka. Chief Security Officer Coinbase, Jeff Lunglhofer, mengonfirmasi bahwa bursa telah memblokir semua akses dan transfer ke wallet hacker yang sudah teridentifikasi, serta menyesuaikan sistem cold storage demi menjaga keamanan aset nasabah.
​Wang menjelaskan bahwa kekhawatiran ini didasari oleh modus hacker Korea Utara yang memanfaatkan celah persetujuan transaksi kripto, bukan sekadar mencuri private key. Meski begitu, ia menegaskan sampai saat ini belum ada bukti sistem Coinbase telah ditembus, dan peringatan tersebut disampaikan murni karena besarnya potensi risiko dari pemusatan dana simpanan berukuran raksasa



