asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.6965-0.0028 ( -0.4% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT77,998.0+71.69 ( +0.09% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,280.66+12.0 ( +0.53% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT85.675-1.97 ( -2.25% )
tether usd iconpepe iconPEPEUSDT0.00000483-0.00000017 ( -3.4% )
tether usd iconquant iconQNTUSDT197.47-3.17 ( -1.58% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT94.3-1.23 ( -1.29% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.8919-0.0141 ( -1.56% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.2503-0.0031 ( -0.25% )
Powered by
powered by triv
News - Web3

Disimpan di Kustodian, ETF Bitcoin BlackRock Berpotensi Jadi Sasaran Hacker Korea Utara

User
November 2, 2026 | 00:58 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
November 2, 2026 | 00:58 WIB
Disimpan di Kustodian, ETF Bitcoin BlackRock Berpotensi Jadi Sasaran Hacker Korea Utara

Founder perusahaan penyedia hardware wallet OneKey, Yishi Wang, pada Minggu (1/11) memberi peringatan bahwa produk ETF Bitcoin milik BlackRock senilai $62 miliar berpotensi masuk dalam incaran kelompok hacker. Peringatan ini muncul menyusul insiden peretasan hot wallet Binance senilai $6 miliar yang diduga kuat melibatkan kelompok hacker Korea Utara

​"Saya curiga IBIT sudah masuk dalam daftar target utama Korea Utara," ujar Wang menanggapi potensi ancaman tersebut. Perhatian utama kini tertuju pada bursa kripto Coinbase yang bertindak sebagai tempat penyimpanan utama (kustodian) aset Bitcoin milik BlackRock tersebut. Per 29 Oktober, Coinbase mengelola sekitar 815.000 BTC untuk dana ETF tersebut, atau setara hampir 4% dari total seluruh Bitcoin yang ada di dunia.

​Sebagai langkah antisipasi setelah pembobolan Binance, pihak Coinbase mengaku langsung memperketat sistem penyimpanan cold wallet mereka. Chief Security Officer Coinbase, Jeff Lunglhofer, mengonfirmasi bahwa bursa telah memblokir semua akses dan transfer ke wallet hacker yang sudah teridentifikasi, serta menyesuaikan sistem cold storage demi menjaga keamanan aset nasabah.

​Wang menjelaskan bahwa kekhawatiran ini didasari oleh modus hacker Korea Utara yang memanfaatkan celah persetujuan transaksi kripto, bukan sekadar mencuri private key. Meski begitu, ia menegaskan sampai saat ini belum ada bukti sistem Coinbase telah ditembus, dan peringatan tersebut disampaikan murni karena besarnya potensi risiko dari pemusatan dana simpanan berukuran raksasa

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan