asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.7117+0.0204 ( +2.95% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT84,162.0-255.79 ( -0.3% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,682.46-1.37 ( -0.05% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT92.232-1.4 ( -1.5% )
tether usd iconlisk iconLSKUSDT0.428+0.0835 ( +24.24% )
tether usd iconneon evm iconNEONUSDT0.06638+0.01847 ( +38.55% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT116.49+1.77 ( +1.54% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.0081+0.0487 ( +5.08% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.5348+0.0361 ( +2.41% )
Powered by
powered by triv
News - Technology

Dorong Adopsi Skala Institusi, Swift Integrasikan Platform Deposito Ter-Tokenisasi IBM

User
September 25, 2026 | 02:30 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
September 25, 2026 | 02:30 WIB
Dorong Adopsi Skala Institusi, Swift Integrasikan Platform Deposito Ter-Tokenisasi IBM

IBM resmi mengintegrasikan platform pengelolaan aset digitalnya, Digital Asset Haven, ke jaringan blockchain milik Swift. Penggabungan sistem ini dilengkapi software berstandar ISO 20022 yang memungkinkan bank dan lembaga keuangan memproses transaksi deposito ter-tokenisasi tanpa harus merombak sistem pembayaran harian mereka.

​Melalui skema ini, pihak perbankan dapat menerbitkan serta memindahkan deposito ter-tokenisasi secara otomatis selama 24 jam penuh, dengan proses settlement akhir yang tetap terselesaikan secara aman lewat sistem perbankan utama. Saat ini, sebanyak 17 lembaga keuangan global telah mulai menguji coba skema tersebut menggunakan infrastruktur buatan IBM.

​Selain itu, IBM juga menyediakan opsi instalasi lokal (on-premises) untuk platform Digital Asset Haven melalui server IBM Z dan LinuxONE. Opsi ini memungkinkan bank maupun lembaga pemerintah mengelola aset digital dan stablecoin di dalam pusat data internal mereka sendiri tanpa perlu bergantung pada layanan awan (public cloud).

​Langkah integrasi antara IBM dan Swift ini menegaskan bahwa adopsi blockchain di tingkat institusi keuangan global kini mulai memasuki fase kematangan. Dengan memanfaatkan software berstandar ISO 20022, perbankan tidak lagi dibebani risiko merombak sistem lama, melainkan cukup memanfaatkan konektivitas tersebut untuk mengeksekusi transaksi digital 24 jam nonstop. Ditambah hadirnya opsi server lokal (on-premises), institusi keuangan yang terikat regulasi ketat kini memiliki jalur aman untuk mengadopsi deposito ter-tokenisasi dan stablecoin secara masif.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read

Data CPI Bulan Agustus Rilis, Inflasi AS Tetap di 3,4%
News - Breaking News
September 11, 2026 | 19:34 WIB