Goldman Sachs resmi mengintegrasikan dana Treasury senilai $100 miliar ke dalam ekosistem blockchain. Bermitra dengan platform Lynq, penyaluran dana investasi ini menggunakan jaringan privat berbasis Avalanche Layer 1.
​Diumumkan melalui rilis resmi pada Senin (28/9), langkah ini berbeda dari skema tokenisasi aset yang umumnya diadopsi di industri. Goldman Sachs langsung menggunakan arsitektur Avalanche sebagai infrastruktur settlement. Pendekatan ini memungkinkan entitas kripto institusional mengoptimalkan dana kas menganggur untuk memperoleh imbal hasil (yield) secara real-time tanpa harus mengalihkan dana ke akun makelar konvensional.
​Secara teknis, sistem ini bekerja dengan mempertahankan dana Treasury Goldman Sachs tetap dalam struktur hukum dan regulasi reksa dana pasar uang konvensional tanpa diubah menjadi token digital. Jaringan Lynq yang beroperasi di atas Avalanche Layer 1 kemudian berfungsi sebagai jalur settlement instan, di mana setiap transaksi institusi diverifikasi dan diproses langsung oleh tZERO Securities sebagai pialang yang terdaftar di SEC AS.
​Melalui skema ini, jaringan Lynq telah memfasilitasi lebih dari 30 institusi aset digital terkemuka, termasuk Wintermute, Galaxy, FalconX, B2C2, hingga Fireblocks. Strategi ini dinilai efektif meminimalisasi hambatan regulasi terkait klasifikasi token, sekaligus memberikan kepastian hukum dan fleksibilitas likuiditas bagi para pelaku pasar institusional.



