asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.75-0.009 ( -1.19% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT78,590.3-182.75 ( -0.23% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,488.25+7.57 ( +0.31% )
tether usd iconhemi iconHEMIUSDT0.00729-0.00144 ( -16.5% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT85.225+1.22 ( +1.45% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT103.13+0.24 ( +0.23% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT0.8072-0.0178 ( -2.16% )
tether usd icontac protocol iconTACUSDT0.001884-0.000382 ( -16.86% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.4115+0.0206 ( +1.48% )
Powered by
powered by triv
News

Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak Lagi, Efek Intervensi Scott Bessent Dinilai Memudar

User
September 1, 2026 | 23:20 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
September 1, 2026 | 23:20 WIB
Imbal Hasil Obligasi AS Melonjak Lagi, Efek Intervensi Scott Bessent Dinilai Memudar

​Tekanan pada pasar obligasi pemerintah Amerika Serikat kembali meningkat setelah imbal hasil (yield) US Treasury kembali melonjak pada perdagangan Selasa (1/9). Yield tenor 10-tahun merangkak naik ke kisaran 4,77% hingga mendekati 4,80% atau level tertingginya sejak Januari 2025, sementara tenor 30-tahun sempat menyentuh level 5,286%. Lonjakan ini praktis menghapus sebagian besar penurunan imbal hasil yang sempat terjadi pasca-intervensi Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, sekitar dua pekan lalu.

​Memudarnya efek intervensi Departemen Keuangan AS tersebut disinyalir karena dipicu oleh kembalinya eskalasi tensi geopolitik di Timur Tengah dan insiden penyerangan kapal supertanker di Selat Hormuz. Kondisi ini mendongkrak harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melesat 3% ke atas $88 per barel dan Brent menembus $92 per barel, yang secara langsung menyalakan kembali kekhawatiran pelaku pasar terhadap lonjakan inflasi jangka panjang.

​Chief Investment Officer of the Americas UBS, Ulrike Hoffmann-Burchardi, menilai risiko inflasi masih akan membayangi selama jalur perdagangan energi utama belum stabil. Ketidakpastian arah suku bunga The Fed, beban defisit fiskal AS, serta lonjakan penerbitan utang baru terus menahan pasar obligasi di bawah tekanan. Akibatnya, ekspektasi pasar terhadap pelonggaran biaya pinjaman kian memudar menjelang rilis data ketenagakerjaan AS dan agenda rapat FOMC The Fed pada September ini.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan