International Monetary Fund (IMF) menyebutkan bahwa tokenisasi aset masih kesulitan untuk berkembang lebih pesat di tengah ekosistem finansial global. Berdasarkan laporan Global Financial Stability Report edisi Oktober 2026 yang dirilis pada 8 Oktober 2026, meskipun volume transaksi repo tokenisasi harian sudah mencatatkan angka fantastis antara $300 miliar hingga $350 miliar, ukuran tersebut ternyata masih sangat kecil dan terfragmentasi jika dibandingkan dengan pasar keuangan tradisional yang bernilai ratusan triliun dolar.
​IMF mengidentifikasi bahwa laju adopsi ini tertahan oleh empat dinding besar yang saling mengikat, yakni ketidakpastian hukum, regulasi yang belum jelas, kurangnya interoperabilitas antarplatform, serta minimnya aset penyelesaian (settlement assets) yang aman. Tanpa adanya keselarasan infrastruktur tersebut, ekosistem tokenisasi terjebak dalam likuiditas yang tipis dan tingkat volatilitas yang jauh lebih liar dibanding market konvensional.
​Kendati demikian, IMF tidak menutup mata terhadap daya tarik fitur inovasinya yang mulai dilirik investor, mulai dari perdagangan non-stop 24 jam hingga kepemilikan fraksional yang mendominasi 80% transaksi ekuitas digital. Namun, di balik ambisi merevolusi finansial global, lembaga tersebut mendesak para regulator agar segera memperketat pengamanan sistemik sebelum ledakan adopsi justru memicu risiko likuiditas baru yang mematikan.



