​Peretasan bursa kripto Bitget senilai $387,5 juta ternyata mendatangkan pendapatan signifikan bagi sejumlah protokol dan layanan decentralized finance (DeFi). Laporan riset dari peneliti independen Andrey Sergeenkov pada Selasa (6/10) mengungkap bahwa jaringan tempat pelaku mencuci uang berhasil mengantongi total biaya transaksi sebesar $761.725 (sekitar Rp12 miliar). Dari total tersebut, porsi raksasa senilai $573.226 masuk ke kantong para liquidity provider di protokol THORChain.
​Hal ini jadi preseden unik di industri kripto. Di protokol terdesentralisasi seperti THORChain, siapa saja bebas menjadi liquidity provider untuk menyediakan cadangan dana transaksi lintas blockchain. Dampaknya, para liquidity provider independen ini secara tidak sengaja ikut menikmati bagian dari fee akibat besarnya volume transaksi pencucian uang hasil retasan tersebut.
​Selain protokol THORChain, beberapa platform lain juga menerima bagian fee dari aktivitas transaksi peretas. Aplikasi wallet MetaMask mencatat pendapatan $149.417, Chainflip mengantongi $26.751, dan CoW EthFlow mendapat $12.332. Tak hanya itu, riset Sergeenkov juga menemukan aliran affiliate fee THORChain sebesar $259.718 yang masuk ke tujuh alamat wallet yang terhubung langsung dengan alur transaksi peretas.
​Alur pencucian uang ini mulai menemukan titik terang setelah sebagian fee senilai $177.499 yang diterima salah satu wallet terhubung ditukarkan ke stablecoin USDT dan ditransfer hingga mendarat di OKX Hot Wallet 5. Aliran dana ke bursa terpusat seperti OKX ini memungkinkan pelacakan identitas pemilik akun melalui catatan internal bursa.
​Fenomena ini membuktikan bahwa strategi meraih keuntungan di industri kripto tidak terbatas pada aktivitas trading semata. Lewat peran sebagai liquidity provider di ekosistem DeFi, pengguna bisa mengumpulkan bagian dari fee setiap kali ada aktivitas transaksi yang melewati jaringan, terlepas dari apa pun latar belakang aliran dana tersebut.



