Eskalasi konflik militer di Timur Tengah kembali berada di titik kritis setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan perintah evakuasi untuk sejumlah pangkalan militer di seluruh wilayah negara tersebut. Melansir laporan i24 News pada Rabu (14/10), langkah darurat ini diambil setelah pejabat Iran menyampaikan kepada diplomat regional bahwa mereka meyakini 100% serangan baru dari Amerika Serikat akan terjadi dalam waktu dekat.
​Atmosfer ketegangan kini menyelimuti seluruh wilayah Iran seiring dengan kekhawatiran bahwa gelombang pemboman akan kembali berlanjut. Pihak berwenang Iran menegaskan kepada para diplomat kawasan bahwa aksi militer dari pihak AS tidak dapat dihindari, sehingga pemerintah segera menginstruksikan pemindahan personel serta aset strategis keluar dari fasilitas militer utama.
​Ketegangan geopolitik ini kian memuncak setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara terbuka menegaskan bahwa penumbangan rezim Iran menjadi agenda utama dalam pemilu mendatang. Netanyahu mengklaim bahwa posisi Iran saat ini berada pada titik terlemah dalam sejarah, sehingga penuntasan aksi militer menjadi hal yang sangat krusial. Kombinasi ancaman serangan udara AS dan retorika politik Israel ini semakin memperbesar risiko konfrontasi terbuka di kawasan.



