Juru bicara Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melayangkan gertakan baru terhadap Amerika Serikat dengan mengincar infrastruktur internet global di Selat Hormuz. Melalui kantor berita Fars, pihak IRGC secara terbuka mengingatkan bahwa sebanyak tujuh kabel serat optik utama membentang di dasar laut perairan strategis tersebut. Jalur bawah laut ini menjadi urat nadi utama tempat seluruh lalu lintas data internet dan transaksi bisnis internasional dunia bergantung.
​IRGC menegaskan tidak mengesampingkan potensi pecahnya perang terbuka dan memperingatkan bahwa AS akan menghadapi dampak serius jika konflik kembali bereskalasi. Pihak militer Iran menyebut potensi guncangan tidak hanya memicu krisis energi global, tetapi juga mengancam konektivitas digital regional hingga jaringan komunikasi antarbenua jika kabel-kabel tersebut terganggu.
​Ancaman ini menandai pergeseran taktik perang asimetris Iran yang mulai menargetkan infrastruktur komunikasi fisik di dasar laut. Setiap kerusakan atau pemutusan pada tujuh kabel utama di Selat Hormuz berisiko melumpuhkan arus data komersial global, memicu latency pada bursa keuangan, dan mengganggu operasional jaringan kripto secara signifikan.



