asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.6987-0.0096 ( -1.36% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT81,550.0-1965.97 ( -2.35% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,415.83-98.15 ( -3.9% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT80.833-1.1 ( -1.34% )
tether usd iconondo iconONDOUSDT0.4475-0.0196 ( -4.2% )
tether usd iconquant iconQNTUSDT203.52-10.74 ( -5.01% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT104.55-2.41 ( -2.25% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.0239-0.0275 ( -2.62% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.3335-0.0386 ( -2.81% )
Powered by
powered by triv
News

Iran Konfirmasi Kapal Kontainer UAE Tenggelam Karena Ranjau Laut di Selat Hormuz

User
October 15, 2026 | 03:57 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
October 15, 2026 | 03:57 WIB
Iran Konfirmasi Kapal Kontainer UAE Tenggelam Karena Ranjau Laut di Selat Hormuz

Eskalasi konflik militer di jalur pelayaran vital Timur Tengah meningkat drastis. Sebuah kapal kontainer milik Uni Emirat Arab (UAE) dilaporkan meledak dan tenggelam di koridor selatan Selat Hormuz pada Rabu (14/10) setelah menabrak ranjau laut. Peristiwa ini mencatatkan insiden pertama tenggelamnya kapal komersial akibat ranjau laut sepanjang terjadinya konflik di kawasan tersebut.

​Kapal yang bertolak dari Dubai tersebut membawa lebih dari 2.500 kontainer barang komersial seperti perangkat elektronik iPhone dan produk mewah. Ledakan terjadi di koridor perairan dekat Oman yang berada di bawah pengawasan militer Amerika Serikat, sehingga langsung memicu kekhawatiran baru terhadap keamanan jalur logistik dan rantai pasok global.

​Menyusul insiden tenggelamnya kapal tersebut, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melalui Komandan Angkatan Laut Azmaei menyampaikan pernyataan keras. Pihaknya menegaskan kesiapan militer Iran untuk menargetkan kapal induk AS jika mendekati area Selat Hormuz. Pihak IRGC mengklaim akan mengandalkan rudal balistik berbahan bakar padat Qasem Basir yang memiliki daya jangkau 1.200 kilometer, hulu ledak 500 kg, serta sistem pemandu elektro-optik yang mampu melacak target bergerak tanpa sinyal GPS.

​Menanggapi ketegangan yang kian memanas, armada tempur AS dilaporkan mengamankan posisi. Kapal induk USS George Washington terpantau bergeser sejauh 700 kilometer dari Selat Hormuz untuk menjaga jarak aman dari potensi jangkauan serangan rudal.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read