asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.698+0.007 ( +1.01% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT77,154.0-250.01 ( -0.32% )
tether usd iconcivic iconCVCUSDT0.03803+0.01573 ( +70.54% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,490.62-45.16 ( -1.78% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT78.2-2.15 ( -2.68% )
tether usd iconlisk iconLSKUSDT0.9601+0.7081 ( +280.99% )
tether usd iconmagiccraft iconMCRTUSDT0.00011888-0.00003275 ( -21.6% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT100.39-1.7 ( -1.67% )
tether usd iconsteem iconSTEEMUSDT0.06075+0.01312 ( +27.55% )
Powered by
powered by triv
News - Altcoins

JPMorgan: Tanpa Lonjakan Aktivitas, Ethereum dan Altcoin Bakal Terus Tertinggal dari Bitcoin

User
May 15, 2026 | 03:36 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
May 15, 2026 | 03:36 WIB
JPMorgan: Tanpa Lonjakan Aktivitas, Ethereum dan Altcoin Bakal Terus Tertinggal dari Bitcoin

​Analis JPMorgan memperkirakan tren pelemahan Ethereum dan altcoin terhadap Bitcoin yang terjadi sejak 2023 sulit berbalik dalam waktu dekat. Performa aset-aset ini dinilai bakal terus tertinggal kecuali ada peningkatan drastis pada aktivitas jaringan, sektor DeFi, dan adopsi aplikasi dunia nyata. Bitcoin terbukti pulih lebih cepat pasca-gejolak market, dengan arus masuk ETF spot mencapai dua pertiga dari posisi sebelumnya, sementara Ethereum hanya pulih sekitar sepertiga.

​Secara teknis, minat institusi di market berjangka CME juga lebih condong ke Bitcoin daripada Ethereum. Altcoin secara umum masih berjuang melawan Bitcoin karena rendahnya likuiditas, terbatasnya kedalaman market, serta maraknya kasus peretasan yang menggerus kepercayaan investor. Para analis menekankan bahwa tanpa pertumbuhan modal baru yang signifikan, ekosistem altcoin akan sulit menyaingi dominasi Bitcoin.

​JPMorgan bahkan meragukan efek dari upgrade Ethereum mendatang, yaitu Glamsterdam dan Hegota. Meskipun dirancang untuk meningkatkan skalabilitas, pemutakhiran sebelumnya justru dianggap gagal mendongkrak aktivitas jaringan dan malah memperlemah mekanisme burn token. Hal ini memicu kekhawatiran akan naiknya pertumbuhan pasokan bersih yang bisa terus menekan nilai Ethereum di market.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan