​Pendiri jaringan blockchain TRON, Justin Sun, resmi meluncurkan program penghargaan sains terbuka bertajuk Justin Sun Prize, Selasa (15/9) waktu Jenewa. Skema sayembara permanen ini menawarkan hadiah hingga $1 juta untuk setiap persoalan matematika terdaftar yang berhasil dibuktikan secara valid lewat perangkat lunak komputasi, tanpa memandang latar belakang institusi maupun kewarganegaraan periset.
​Pada edisi perdananya, penghargaan utama senilai $1 juta diserahkan kepada OpenAI atas keberhasilannya merumuskan solusi atas persoalan keberadaan dan kehalusan tiga dimensi pada persamaan Navier-Stokes, salah satu teka-teki dinamika fluida legendaris dunia. Pembuktian tersebut dirancang oleh model internal OpenAI berkemampuan tinggi, lalu diformalkan serta diverifikasi tuntas memakai sistem Lean bersama GPT-6 Astra, sehingga lolos uji mandiri tanpa harus menunggu tinjauan panjang lembaga konvensional.
​Program ini memperlakukan hasil riset manusia maupun sistem AI secara setara, mencakup daftar tantangan rumit seperti Hipotesis Riemann hingga Konjektur Goldbach yang bisa diakses bebas di GitHub. Pemenang berhak menerima medali bertuliskan "Quod probatur, solvitur" (Terbukti, lalu dibayar) serta pencairan dana secara langsung lewat jalur kripto memakai stablecoin USDT di jaringan TRON atau USDC di Ethereum.
​Sun menyebut inisiatif ini sebagai bentuk timbal balik pribadinya kepada dunia sains. "Penghargaan atas nama seseorang adalah hal paling netral dan bebas muatan politik di dunia. Yang paling penting, ini jadi pengingat bagi diri saya sendiri bahwa kekayaan saya lahir dari matematika. Segalanya berakar dari matematika, dan sudah sewajarnya kembali ke matematika," ujar Sun.



