​Peluncuran memecoin LAPTOP milik Hunter Biden mengalami volatilitas ekstrem pada jam pertama perdagangannya di jaringan Base pada Rabu, 9 September 2026. Berdasarkan data DexScreener, harga token sempat meroket tajam melampaui $300 per token tak lama setelah perdagangan dibuka pukul 08.00 ET (19.00 WIB), mendorong kapitalisasi pasarnya menembus kisaran $110 miliar secara singkat. Namun, ketiadaan likuiditas yang memadai memicu aksi jual masif, menyebabkan harga token langsung crash lebih dari 99% ke kisaran $2 hanya dalam rentang beberapa menit.
​Lonjakan sesaat tersebut sempat memberikan valuasi di atas kertas fantastis bagi penerima airdrop, khususnya subscriber Substack Hunter Biden yang terdaftar sebelum 6 September 2026. Dari total pasokan 1 miliar token, developer mengalokasikan 10% untuk distribusi komunitas perdana, di mana setiap subscriber berhak mengklaim 4.276 token LAPTOP yang sempat menyentuh nilai agregat sekitar $1,3 juta di harga puncak. Meski puncak harga tersebut mustahil dilikuidasi akibat tipisnya likuiditas, penjualan alokasi airdrop pasca crash di harga $2 masih mampu menghasilkan keuntungan bersih sekitar $8.000.
​Di balik fenomena tersebut, data on-chain Bubblemaps mengonfirmasi bahwa lebih dari 80% pembeli atau setara 11.500 wallet merugi setelah token ini rilis. Analisis forensik juga menemukan indikasi anomali mencurigakan, di mana sekitar 60% pemegang aset kripto terbesar merupakan wallet baru tanpa riwayat transaksi yang baru didanai dalam 10 hari terakhir. Di samping skema kontroversial tersebut, tokenomics LAPTOP tercatat menyisihkan 2% dari total pasokan bagi para trader yang sebelumnya merugi pada memecoin milik Donald Trump (TRUMP).



