Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Amerika Serikat telah mengalihkan sekitar 130 juta barel minyak dalam 14 hari terakhir sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan energi sekaligus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.
Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan blokade terhadap Iran dan peluncuran “Operation Economic Outcast”, kampanye ekonomi pemerintahan Donald Trump yang bertujuan memutus sumber pendapatan serta hubungan keuangan Iran dengan negara lain.
Operasi tersebut memperluas ancaman sanksi sekunder ke sejumlah sektor penting, termasuk perdagangan minyak dan shipping, aset digital, teknologi, emas serta penerbangan. AS juga telah menjatuhkan sanksi terhadap puluhan individu, perusahaan dan kapal yang dituduh membantu Iran memperoleh teknologi atau menghasilkan pendapatan.
Bessent mengklaim kombinasi blokade dan tekanan ekonomi tersebut akan menghancurkan ekonomi Iran. Namun, pernyataan itu merupakan klaim pemerintah AS dan dampak akhirnya belum dapat dipastikan. Iran sendiri telah berada di bawah sanksi selama bertahun-tahun dan masih memiliki hubungan perdagangan dengan sejumlah negara.
Tekanan terhadap Iran meningkat ketika aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah kondisi normal. Reuters melaporkan lalu lintas kapal saat ini diperkirakan hanya sekitar 5%-15% dari volume normal, sementara jalur tersebut sebelum perang dilewati sekitar 20% pasokan minyak dunia.


.png)
