asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.7181+0.0087 ( +1.23% )
tether usd iconbedrock iconBRUSDT0.65731-0.02398 ( -3.52% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT83,041.5+925.45 ( +1.13% )
tether usd iconepic chain iconEPICUSDT0.1869-0.0629 ( -25.18% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,460.08+52.67 ( +2.19% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT81.292+2.18 ( +2.76% )
tether usd iconquant iconQNTUSDT196.69+0.92 ( +0.47% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT106.88+1.73 ( +1.65% )
tether usd iconsui iconSUIUSDT1.0322+0.0375 ( +3.77% )
Powered by
powered by triv
News

Menkeu AS Klaim Pihaknya Alihkan 130 Juta Barel Minyak Untuk Tekan Iran

User
August 28, 2026 | 14:18 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
August 28, 2026 | 14:18 WIB
Menkeu AS Klaim Pihaknya Alihkan 130 Juta Barel Minyak Untuk Tekan Iran

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Amerika Serikat telah mengalihkan sekitar 130 juta barel minyak dalam 14 hari terakhir sebagai bagian dari upaya menjaga pasokan energi sekaligus meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Langkah tersebut berjalan bersamaan dengan blokade terhadap Iran dan peluncuran “Operation Economic Outcast”, kampanye ekonomi pemerintahan Donald Trump yang bertujuan memutus sumber pendapatan serta hubungan keuangan Iran dengan negara lain.

Operasi tersebut memperluas ancaman sanksi sekunder ke sejumlah sektor penting, termasuk perdagangan minyak dan shipping, aset digital, teknologi, emas serta penerbangan. AS juga telah menjatuhkan sanksi terhadap puluhan individu, perusahaan dan kapal yang dituduh membantu Iran memperoleh teknologi atau menghasilkan pendapatan.

Bessent mengklaim kombinasi blokade dan tekanan ekonomi tersebut akan menghancurkan ekonomi Iran. Namun, pernyataan itu merupakan klaim pemerintah AS dan dampak akhirnya belum dapat dipastikan. Iran sendiri telah berada di bawah sanksi selama bertahun-tahun dan masih memiliki hubungan perdagangan dengan sejumlah negara.

Tekanan terhadap Iran meningkat ketika aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz masih jauh di bawah kondisi normal. Reuters melaporkan lalu lintas kapal saat ini diperkirakan hanya sekitar 5%-15% dari volume normal, sementara jalur tersebut sebelum perang dilewati sekitar 20% pasokan minyak dunia.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan

Most Read