​Protokol DeFi Meteora resmi memperkenalkan DLMM Pro dalam ajang Solana Summit di Singapura pada Selasa (6/10). Pengumuman pembaruan platform ini langsung disambut positif oleh pelaku pasar di ekosistem Solana.
​DLMM Pro dirancang sebagai sistem hibrida yang menggabungkan fitur dari tiga model andalan Meteora yaitu DLMM, DAMM V2, dan Dynamic Bonding Curve (DBC). Lewat sistem baru ini, kreator token tidak lagi memakai aturan lama yang kaku, melainkan bisa mengatur dan menyimpan kurva distribusi likuiditas serta menyesuaikan mode aktivasi sesuai kebutuhan proyek.
​Keunggulan utama dari DLMM Pro adalah biaya pembuatan pool baru yang diklaim 10 kali lipat lebih murah, sehingga lebih ramah bagi proyek-proyek rintisan. Selain itu, sistem ini menyediakan fitur biaya otomatis yang dinamis terhadap volatilitas, dukungan limit order, serta mekanisme anti-robot (anti-sniper) untuk meredam lonjakan aktivitas di awal peluncuran.
​Perubahan besar juga terjadi pada posisi liquidity provider yang sekarang berbentuk NFT. Bentuk baru ini membuat kepemilikan modal menjadi jauh lebih fleksibel karena bisa dipindah, digabung, di-vesting, dikunci, atau didelegasikan ke wallet lain, di mana tinggi dan antusiasmenya pasar terhadap inovasi ini turut mendorong kenaikan harga token MET hingga 13,5% ke level 0,3304.



