asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
tether usd iconlorenzo protocol iconBANKUSDT0.0805-0.10789 ( -57.27% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT64,777.4+507.73 ( +0.79% )
tether usd iconcoti iconCOTIUSDT0.01572+0.00021 ( +1.35% )
tether usd icondexe iconDEXEUSDT2.576-0.191 ( -6.9% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,922.19+16.62 ( +0.87% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT53.301-1.94 ( -3.52% )
tether usd iconpepe iconPEPEUSDT0.00000276+0.00000001 ( +0.36% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT74.19+0.59 ( +0.8% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.08+0.0039 ( +0.36% )
Powered by
powered by triv
News - Web3

Morgan Stanley: Era Perbankan 9-5 Berakhir, Dunia Bergerak ke Sistem Tokenisasi 24/7

User
July 30, 2026 | 03:36 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 30, 2026 | 03:36 WIB
Morgan Stanley: Era Perbankan 9-5 Berakhir, Dunia Bergerak ke Sistem Tokenisasi 24/7

Morgan Stanley menegaskan bahwa jam operasional perbankan tradisional 9-to-5 kini mulai ditinggalkan. Dalam interview ekslusif yang dirilis pada Kamis (29/7), Kepala Riset Global Lembaga Keuangan Morgan Stanley, Betsy Graseck, menyampaikan bahwa adopsi teknologi tokenisasi aset menggeser infrastruktur pasar menuju sistem transaksi 24/7. Menurut Graseck, pemrosesan transaksi berbasis batch harian tidak lagi relevan dengan kebutuhan efisiensi jaminan transaksi institusi saat ini.

​Dalam laporan tersebut, Morgan Stanley mencatat bahwa pergeseran ini menyasar kelas aset tradisional seperti dana pasar uang (money market funds) dan saham. Eksekutif Morgan Stanley, Denny Galindo, menambahkan bahwa tokenisasi dana pasar uang menjadi pintu masuk paling praktis bagi investor umum untuk memanfaatkan teknologi blockchain tanpa harus memiliki aset kripto yang volatil. Untuk mendukung transisi ini, Morgan Stanley juga telah memperluas layanan aset digitalnya, mulai dari penyediaan ETF spot kripto hingga akses perdagangan spot di platform E*TRADE.

​Meski begitu, laporan tersebut menggarisbawahi bahwa adopsi penuh sistem keuangan tokenisasi memerlukan waktu bertahun-tahun, bukan sekadar hitungan bulan. Direktur Eksekutif Morgan Stanley, Ali Wallace, menyebut kendala utama saat ini terletak pada belum tersedianya mata uang settlement yang teregulasi sepenuhnya menggunakan blockchain, seperti Central Bank Digital Currency (CBDC) atau stablecoin perbankan. Selama infrastruktur pembayaran dasar tersebut belum rampung, adopsi tokenisasi pasar modal akan terus berjalan secara bertahap.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan