asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
ACEUSDT0.1225+0.0573 ( +87.88% )
ARGUSDT0.1452-0.1322 ( -47.66% )
BANKUSDT0.28883+0.10202 ( +54.61% )
BTCUSDT64,358.0-125.1 ( -0.19% )
ETHUSDT1,862.71-9.12 ( -0.49% )
HEIUSDT0.1026-0.0056 ( -5.18% )
HOMEUSDT0.00771-0.00043 ( -5.28% )
HYPEUSDT60.879-0.32 ( -0.53% )
SOLUSDT76.3+0.18 ( +0.24% )
Powered by
News - Breaking News

Pasar Masih Tertekan, Jumlah Investor Saham dan Kripto RI Tembus Rekor Baru

User
July 19, 2026 | 15:46 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
July 19, 2026 | 15:46 WIB
Pasar Masih Tertekan, Jumlah Investor Saham dan Kripto RI Tembus Rekor Baru

Jumlah investor pasar modal dan aset kripto di Indonesia resmi mencatatkan rekor terbaru di tengah tekanan pasar yang masih berlangsung. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa hingga akhir Juni 2026, jumlah investor pasar modal telah menembus angka 28,96 juta Single Investor Identification (SID). Senada dengan hal tersebut, antusiasme masyarakat pada aset kripto juga terus melambung, dengan jumlah investor kripto yang mencapai 22,4 juta akun hingga Mei 2026.

​Pertumbuhan angka investor ini terjadi di tengah kondisi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih tertekan dengan koreksi 34,74% year-to-date hingga akhir Juni 2026. Kinerja pasar saham yang berada di level 5.643,19 ini dipengaruhi oleh tingginya ketidakpastian global serta adanya penyesuaian portofolio oleh para pelaku pasar. Meski begitu, OJK menilai bahwa tekanan di pasar saham mulai mereda memasuki awal Juli, dengan likuiditas yang tetap terjaga melalui rata-rata nilai transaksi harian yang mencapai Rp24,19 triliun pada Juni 2026.

​Di sisi pasar kripto, kepercayaan konsumen tetap stabil di tengah fluktuasi harga yang terjadi. Nilai transaksi perdagangan aset kripto pada Mei 2026 tercatat sebesar Rp23,01 triliun, sementara transaksi derivatif aset keuangan digital membukukan nilai Rp5,69 triliun. Adi Budiarso, Kepala Eksekutif Pengawas IAKD OJK, menegaskan bahwa aktivitas industri ini tetap terjaga seiring dengan upaya otoritas dalam terus mengembangkan ekosistem aset keuangan digital yang aman bagi masyarakat.

​Untuk menjaga momentum pertumbuhan ini, OJK terus memperluas program literasi keuangan digital di berbagai wilayah. Edukasi telah diselenggarakan di berbagai perguruan tinggi seperti Universitas Pattimura dan Universitas Sebelas Maret Solo, serta melalui kampanye Bulan Kripto bersama asosiasi blockchain. Langkah ini diambil agar masyarakat tidak hanya sekadar masuk ke pasar, tetapi juga memiliki pemahaman yang mumpuni mengenai teknologi dan risiko yang menyertai setiap instrumen investasi.

​Secara keseluruhan, fenomena ini menunjukkan ketangguhan ekosistem pasar keuangan Indonesia di tengah dinamika ekonomi global. Dengan penghimpunan dana di pasar modal yang mencapai Rp112,67 triliun pada semester pertama 2026, OJK optimis bahwa fungsi intermediasi tetap berjalan baik. Ke depan, otoritas akan terus mencermati perkembangan pasar dan memastikan bahwa pengembangan infrastruktur investasi tetap berjalan selaras dengan peningkatan kualitas literasi keuangan masyarakat.

Copiedbagikan