Penyaluran dana bantuan di wilayah konflik dan krisis sering kali terkendala tingginya biaya transaksi serta lamanya proses transfer antarnegara melalui jaringan perbankan. Menjawab tantangan tersebut, Circle Foundation mengumumkan kerja sama dengan dua lembaga PBB, yakni Badan Pembangunan PBB (UNDP) dan Program Pangan Dunia (WFP), melalui rilis resmi yang diunggah di situs Circle pada Jumat (25/9).
​Melalui hibah resmi dari entitas filantropi penerbit USDC tersebut, PBB mulai mengintegrasikan stablecoin tergulasi seperti USDC dan EURC ke dalam infrastruktur pembayaran darurat. Langkah ini dirancang untuk memastikan dana bantuan dapat sampai ke masyarakat terdampak secara lebih cepat, transparan, dan tanpa terpotong biaya perbankan yang besar.
​Inisiatif ini memperluas keberhasilan uji coba pembayaran digital berbasis blockchain yang telah dijalankan PBB sebelumnya. Sistem ini terbukti efektif dalam memfasilitasi program Cash-for-Work bagi warga terdampak konflik di Aleppo (Suriah), penyaluran bantuan di wilayah terisolasi Haiti, hingga pengiriman dana darurat ke dompet digital di Gambia dan Guatemala.
​Ke depan, WFP bersama World Food Program USA akan menghubungkan sistem stablecoin ini langsung ke jaringan uang elektronik (mobile money) serta penyedia jasa keuangan lokal di negara tujuan. Pendekatan ini memungkinkan para penerima manfaat mengakses dana bantuan secara real-time melalui ponsel mereka, sekaligus memulihkan aktivitas ekonomi pasar lokal secara lebih tanggap.



