Pendiri WikiLeaks, Julian Assange, resmi kembali aktif di platform media sosial X pada Kamis (17/9) waktu setempat setelah memilih bungkam selama dua tahun. Kembalinya Assange ditandai lewat unggahan singkat bertuliskan "I’m back" seraya membagikan ulang foto dirinya dari akun resmi WikiLeaks.
​Kehadiran jurnalis sekaligus aktivis asal Australia ini langsung dikonfirmasi oleh sang istri, Stella Assange. Ia memastikan akun tersebut sudah kembali beroperasi penuh dan menjanjikan adanya kabar lanjutan pada pekan depan, yang memicu spekulasi luas di kalangan netizen mengenai kemungkinan pengungkapan kasus atau dokumen rahasia baru menyusul kebebasannya dari penjara Inggris.
​Bagi komunitas kripto, Assange memiliki peran bersejarah dalam adopsi Bitcoin di masa awal. Pada akhir 2010, WikiLeaks mengguncang panggung politik global setelah mempublikasikan ribuan pesan komunikasi rahasia antara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat dan para diplomatnya di berbagai kedutaan besar dunia terkait operasi perang di Irak dan Afghanistan serta manuver spionase internasional. Aksi tersebut berbuntut pemblokiran akses donasi WikiLeaks secara sepihak oleh penyedia layanan pembayaran global seperti PayPal, Visa, Mastercard, dan Bank of America, hingga akhirnya WikiLeaks beralih memanfaatkan Bitcoin pada 2011 untuk mempertahankan operasionalnya.
​Dukungan finansial dari komunitas kripto terus berlanjut saat AssangeDAO dibentuk pada 2022. Organisasi nirlaba tersebut berhasil mengumpulkan dana 16.593 ETH (sekitar $53 juta saat itu) melalui lelang karya seni kolaborasi dengan seniman Pak guna membiayai bantuan hukum sang jurnalis. Kabar aktifnya kembali Assange di X pun seketika memicu lonjakan spekulatif pada token governance milik AssangeDAO, JUSTICE, yang melonjak lebih dari 300% meski transaksi pasarnya tercatat berlangsung pada volume likuiditas yang relatif tipis.



