


Komisi Pengawas Keuangan Taiwan (Financial Supervisory Commission/FSC) merilis draf aturan baru yang mewajibkan penyedia jasa aset kripto (Virtual Asset Service Provider/VASP) domestik untuk saling bertukar informasi pengguna pada setiap transaksi. Kebijakan Travel Rule tahap pertama ini dijadwalkan mulai berlaku efektif pada Oktober mendatang.
​Di bawah kerangka aturan tersebut, setiap pengiriman aset kripto antar-platform lokal wajib melampirkan data pengirim dan penerima tanpa batas minimum transaksi. Khusus untuk transaksi di atas NT$30.000 (sekitar $930), platform pengirim wajib menyertakan identitas tambahan seperti tanggal lahir dan alamat bagi individu, atau nomor identifikasi resmi bagi korporasi. Selain itu, platform penerima diwajibkan mencocokkan data penerima manfaat dengan catatan internal sebelum menyelesaikan transaksi.
​Penerapan Travel Rule ini merupakan kelanjutan dari pengesahan Undang-Undang Jasa Aset Digital (Virtual Asset Service Act) pada Juli lalu, yang mengubah sistem registrasi pencucian uang menjadi rezim lisensi penuh bagi bursa, penyedia kustodian, hingga penerbit stablecoin. FSC mencatat bahwa implementasi aturan baru ini akan diperluas mencakup transaksi lintas batas antara VASP domestik dan luar negeri pada akhir 2027.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.