asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconaster iconASTERUSDT0.7+0.01 ( +1.45% )
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT77,380.0+190.66 ( +0.25% )
tether usd iconcivic iconCVCUSDT0.03476+0.01242 ( +55.6% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT2,508.89-15.35 ( -0.61% )
tether usd iconhyperliquid iconHYPEUSDT78.388-1.76 ( -2.19% )
tether usd iconlisk iconLSKUSDT0.9954+0.7282 ( +272.53% )
tether usd iconmagiccraft iconMCRTUSDT0.00011883-0.00000056 ( -0.47% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT101.24-0.45 ( -0.44% )
tether usd iconsteem iconSTEEMUSDT0.06168+0.01366 ( +28.45% )
Powered by
powered by triv
News

Revolut Kecolongan, Data KYC dan Kepemilikan BTC Nasabah Terekspos

User
September 14, 2026 | 01:00 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
September 14, 2026 | 01:00 WIB
Revolut Kecolongan, Data KYC dan Kepemilikan BTC Nasabah Terekspos

​Bank digital asal Inggris, Revolut, mengonfirmasi kebocoran data sensitif usai meloloskan permintaan informasi dari hacker yang menyamar sebagai instansi pemerintah resmi. Penipuan tersebut berhasil menembus autentikasi internal dan berdampak pada nasabah dalam skala terbatas. Revolut menyatakan telah memutus akses komunikasi, memberi tahu korban, serta melapor ke penegak hukum dan regulator.

​Data yang terekspose mencakup berkas Know Your Customer (KYC) lengkap, seperti salinan paspor, SIM, foto verifikasi wajah, kontak, hingga nomor IBAN dan mutasi rekening. Selain data perbankan, nomor referensi wallet serta riwayat transaksi Bitcoin (BTC) nasabah ikut jatuh ke pihak yang tidak berwenang.

​Manajemen Revolut memastikan sistem inti tidak dibobol, data biometrik tetap aman, dan tidak ada saldo dana nasabah yang hilang. Namun, insiden ini memicu sorotan tajam di industri kripto, terlebih di tengah langkah agresif Revolut memperluas ekspansi global menjelang agenda initial public offering (IPO).

​Detektif onchain ZachXBT mengungkap kasus ini setelah sejumlah pengguna menerima email pemberitahuan dari pihak Revolut, dengan indikasi sasaran nasabah high-net-worth individuals. Insiden ini memicu kekhawatiran serius; meski aset kripto tidak hilang saat kejadian, terbukanya data identitas KYC yang terhubung langsung dengan kepemilikan Bitcoin sangat berisiko memicu kejahatan siber maupun tindak kejahatan kriminal fisik lainnya.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan