​Elon Musk kembali bergabung dengan pemerintahan Presiden Donald Trump untuk memimpin bersama studi strategis pertahanan "Project Meridian" di Pentagon. Kepastian ini diumumkan oleh Kepala Departemen Perang sekaligus pimpinan Pentagon, Pete Hegseth, pada Rabu (1/10) di basis militer Quantico guna mengkaji masa depan peperangan modern bersama para inovator dan teknolog.
​Dalam memimpin Project Meridian, Musk didampingi oleh pendiri Anduril Industries, Palmer Luckey, serta mantan Ketua DPR Newt Gingrich. Hegseth menargetkan hasil kajian dari proyek strategis yang melibatkan para ahli dari sektor swasta dan akademik ini rampung dalam kurun waktu 120 hari.
​Tak hanya memperkuat relasinya dengan Washington, Musk pada Minggu (4/10) turut mengumumkan rencana mengubah nama unit perusahaannya, SpaceXAI, menjadi SpaceXSI. Keputusan ini mengikuti dorongan Presiden Donald Trump untuk mengganti istilah artificial intelligence (AI) dengan super intelligence (SI). Melalui platform X, Musk menegaskan peralihan tersebut dengan pernyataan "No more AI. SI. It’s better".
​Langkah ganda ini semakin memantapkan kembalinya Musk ke lingkaran kebijakan federal. Sebelumnya, ia sempat memimpin Departemen Efisiensi Pemerintahan (Department of Government Efficiency / DOGE) sebelum kini kembali merambah inisiatif teknologi pertahanan dan inovasi nasional.



