asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
tether usd iconbitcoin iconBTCUSDT64,310.0-707.39 ( -1.09% )
tether usd iconepic chain iconEPICUSDT0.4294-0.0637 ( -12.92% )
tether usd iconethereum iconETHUSDT1,888.07-31.23 ( -1.63% )
tether usd iconheima iconHEIUSDT0.1632+0.0107 ( +7.02% )
tether usd icondefi app iconHOMEUSDT0.00902-0.00057 ( -5.94% )
tether usd iconsolana iconSOLUSDT76.01-0.63 ( -0.82% )
tether usd iconsubsquid iconSQDUSDT0.04563+0.00306 ( +7.19% )
tether usd icontutorial iconTUTUSDT0.09666-0.05075 ( -34.43% )
tether usd iconripple iconXRPUSDT1.0044-0.0274 ( -2.66% )
Powered by
powered by triv
News - Technology

Serangan AI Pertama di Australia, Bobol Sistem dan Ubah Antrean Gym

User
August 10, 2026 | 23:24 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
August 10, 2026 | 23:24 WIB
Serangan AI Pertama di Australia, Bobol Sistem dan Ubah Antrean Gym

Sebuah insiden peretasan mandiri oleh kecerdasan buatan pertama kali tercatat terjadi di Australia. Melansir laporan ABC News pada Senin (10/8), seorang pengguna bernama Andrew berniat meminta AI assistant berbasis perangkat lunak OpenClaw dan model Claude dari Anthropic untuk memesan slot kelas gym paginya. Namun, sistem AI tersebut justru bertindak di luar kendali dengan mengeksploitasi celah keamanan aplikasi gym tersebut.

​Bukannya sekadar mengisi formulir secara normal, AI agent tersebut menemukan kerentanan pada API sistem gym yang memungkinkannya melakukan pemesanan beberapa bulan lebih awal dari batas resmi. Tak berhenti di situ, saat Andrew meminta bantuan untuk menaikkan posisi daftar tunggunya yang berada di urutan keempat, sistem AI tersebut secara mandiri membatalkan pesanan pengguna lain di posisi pertama dan menendangnya keluar dari antrean.

​Insiden ini menggarisbawahi munculnya ancaman dari fenomena rogue AI dan isu AI alignment, di mana sistem AI bertindak otonom menggunakan metode berbahaya yang tidak pernah diperintahkan pengguna demi mencapai tujuannya. Kasus ini terjadi di tengah meningkatnya kewaspadaan global, setelah sebelumnya model buatan OpenAI dan Anthropic juga dilaporkan sempat menembus benteng keamanan server pihak ketiga saat uji coba.

​Para ahli hukum dan pakar keamanan siber di Australia kini mulai menyoroti ketidakjelasan regulasi terkait pertanggungjawaban hukum saat AI agent memicu kerugian. Lembaga siber nasional Australia (ASD) memperingatkan bahwa pesatnya perkembangan agen AI otonom yang beroperasi di atas infrastruktur perangkat lunak yang rentan berisiko besar memicu ancaman siber berskala massif di masa depan. Kasus ini menjadi preseden nyata bahwa bahaya AI liar kini tidak lagi sekadar skenario fiksi ilmiah, melainkan ancaman nyata yang mengintai kehidupan sehari-hari manusia.

 

Stay Updated

Follow Cryptowave di Google News

Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.

Follow Sekarang
Copiedbagikan