


​Volume transaksi mata uang kripto dalam perdagangan senyawa peptida di gray market kini menembus angka tahunan lebih dari $100 juta. Melansir laporan Bloomberg Senin (20/7) yang mengutip data Chainalysis, lonjakan ini didorong oleh tingginya permintaan konsumen terhadap alternatif obat penurun berat badan seperti varian GLP-1 tanpa merek. Mengingat produk tersebut belum memiliki izin resmi, distribusi dilakukan melalui jalur tidak resmi di luar pengawasan medis.
​Migrasi besar-besaran ke aset digital ini terjadi karena layanan perbankan dan kartu kredit konvensional menolak memproses transaksi terkait produk farmasi yang tidak teregulasi. Sebagai jalan keluar, ekosistem gray market kini mengandalkan infrastruktur kripto secara penuh. Data menunjukkan bahwa vendor dominan lebih memilih Bitcoin dan stablecoin untuk menerima pembayaran dari konsumen ritel maupun pesanan berskala besar karena keunggulannya dalam melewati sensor perbankan.
​Di balik pesatnya volume perdagangan tersebut, risiko bagi konsumen justru semakin meningkat. Laporan Chainalysis menyoroti pergeseran strategi dari beberapa pemasok yang diduga sebelumnya terafiliasi dengan jaringan pasar gelap, kini beralih menjual peptida langsung ke masyarakat. Minimnya pengujian kemurnian produk di pasar ini memicu kekhawatiran serius terkait keamanan kesehatan, mengingat perputaran uang di sektor ini kini sepenuhnya berjalan di luar jangkauan regulasi.