​Otoritas digital Uni Emirat Arab (TDRA) resmi memindahkan sistem penyimpanan dokumen digital nasional UAEPASS ke jaringan Avalanche. Diumumkan melalui rilis resmi pada Senin (14/9), transisi ini bertujuan memangkas birokrasi panjang dalam urusan administrasi harian, mulai dari pembukaan rekening bank, perizinan bisnis, sampai pengajuan visa. Integrasi ini membuat warga dan pelaku usaha di UAE tak perlu lagi repot melegalisir salinan fisik berkas, sebab proses validasi antarlembaga kini berjalan instan sekaligus kebal manipulasi.
​Efisiensi tersebut menyasar skala masif mengingat UAEPASS diakses oleh 12,5 juta pengguna aktif dari kalangan warga negara, penduduk, hingga turis. Platform ini menjadi gerbang terpusat bagi 15.000 layanan daring yang terhubung ke 350 instansi pemerintah dan perusahaan swasta. Skema anyar ini memungkinkan keabsahan sebuah dokumen dicek cukup sekali di tingkat kementerian, lalu langsung diakui sah oleh pihak perbankan maupun kantor swasta tanpa investigasi manual berulang.
​Pola digitalisasi arsip publik skala nasional ini kian memperkuat adopsi teknologi desentralisasi di ranah institusional, menyusul langkah Dinas Transportasi California (DMV) yang sukses memangkas pengurusan 42 juta dokumen kendaraan dari dua pekan jadi hitungan menit. Sentimen kemitraan strategis dengan pemerintah UAE ini turut menjaga stabilitas harga token Avalanche, di mana AVAX kini diperdagangkan di level $7,6.



