​Zcash Foundation membantah keterlibatan resmi dengan dua produk 3rd party rilisan dari komunitas kripto, yakni standar ZRC-20 dan token CASH, pada Senin (21/9). Klarifikasi ini menyusul unggahan akun resmi X milik Zcash Foundation yang sempat mempromosikan ZRC-20 sebagai standar token terbaru. Pihak organisasi menegaskan tidak pernah mengetahui ataupun menyetujui proyek independen tersebut.
​ZRC-20 sendiri merupakan konsep standar token yang meniru format BRC-20 Bitcoin, dengan token CASH sebagai aset uji coba perdananya. Sistem ini menyisipkan instruksi JSON ke dalam kolom memo terenkripsi pada transaksi privat Zcash. Karena jaringan Zcash tidak memiliki smart contract, pencatatan saldo ZRC-20 dan token CASH sepenuhnya dikelola lewat indexer off-chain pihak ketiga.
​Zcash Foundation menekankan bahwa penambahan fitur protokol resmi wajib melalui mekanisme komunitas Zcash Improvement Proposal (ZIP). Dengan demikian, pemanfaatan infrastruktur jaringan oleh pihak luar tidak otomatis menjadikannya standar resmi.
​Trader maupun investor diimbau melakukan riset mandiri secara teliti lantaran identitas tim developer ZRC-20 belum terungkap jelas. Hingga kini, belum ada kepastian apakah promosi sebelumnya terjadi akibat peretasan akun. Insiden ini mencuat di tengah reli token ZEC yang menembus kisaran $1.480, didorong antusiasme pasar menyambut upgrade jaringan NU7.



