


Jaringan blockchain Ravencoin terpaksa melakukan pengerjaan ulang (rollback) catatan data transaksi hingga 4 hari terakhir setelah ditemukannya celah keamanan konsensus yang kritis. Bug yang dimanfaatkan peretas sejak Jumat (7/8/2026) tersebut menyebabkan sistem jaringan menerima blok-blok transaksi tidak valid.
​Untuk menghentikan dampak penyebaran transaksi palsu, dua kelompok penambang (mining pool) terbesar, yaitu 2Miners dan RavenMiner, yang menguasai mayoritas daya komputasi Ravencoin sepakat mengambil langkah darurat. Mereka memutuskan untuk menghapus cabang rantai yang tereksploitasi dan membangun ulang catatan transaksi bersih dari titik sebelum serangan terjadi.
​Langkah rollback ini berisiko membatalkan seluruh transaksi, pembayaran, maupun pengiriman token RVN yang dikonfirmasi sejak 7 Agustus lalu. Menanggapi situasi berisiko tinggi tersebut, tim pengembang Ravencoin secara tegas mengimbau seluruh bursa kripto untuk membekukan sementara layanan deposit dan penarikan token RVN sampai kondisi jaringan dinyatakan stabil.
​Kepanikan pasar atas insiden ini berdampak langsung pada nilai tukar token RVN yang merosot hingga 17 persen dalam 24 jam terakhir ke kisaran $0,0029. Kasus ini sekaligus menambah rekam jejak kelam keamanan Ravencoin, setelah pada tahun 2020 lalu jaringan ini juga pernah kebobolan eksploitasi serupa yang mencetak sekitar 31 juta token RVN secara ilegal.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.