asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BERAUSDT0.735-0.186 ( -20.2% )
BTCUSDT66,211.3-790.62 ( -1.18% )
CHESSUSDT0.00339-0.00349 ( -50.73% )
ETHUSDT1,945.39+1.65 ( +0.09% )
FHEUSDT0.05258-0.02671 ( -33.69% )
SLVONUSDT67.69-7.07 ( -9.46% )
SOLUSDT78.27-1.13 ( -1.42% )
XAUTUSDT4,893.0-145.62 ( -2.89% )
XRPUSDT1.3626-0.0065 ( -0.48% )
Powered by
News

Analis Bloomberg: Bitcoin Masuk Fase Konsolidasi, Koreksi Hanya Sesaat

User
January 28, 2026 | 09:31 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
January 28, 2026 | 09:31 WIB
Analis Bloomberg: Bitcoin Masuk Fase Konsolidasi, Koreksi Hanya Sesaat

​Analis senior ETF Bloomberg, Eric Balchunas, menegaskan bahwa pergerakan harga Bitcoin saat ini hanyalah fase konsolidasi bukan tanda pembalikan tren. Dalam analisis yang disampaikannya melalui platform X pada Rabu (28/1), ia menyoroti performa Bitcoin yang sudah naik 429,14% sejak akhir 20222, jauh melampau aset lain.

​Balchunas memaparkan data perbandingan return sejak sebelum BlackRock mengajukan ETF Bitcoin spot hingga awal 2026. Dalam periode tersebut, performa Bitcoin mengungguli ETF emas (GLD) yang hanya naik 177,54%, ETF perak (SLV) 350,89%, dan ETF Nasdaq-100 (QQQ) yang tumbuh 134,86%. Menurutnya, setelah lonjakan harga yang sangat agresif sepanjang 2023 dan 2024, wajar jika market mengalami fase pendinginan sementara akibat narasi institusional yang sudah terlanjur priced in terlalu dini.

​Terkait narasi baru yang bisa memicu kenaikan selanjutnya, Balchunas menilai isu utang global dan debasement mata uang sudah lebih dari cukup sebagai katalis utama yang terus membesar setiap tahun. Ia menekankan bahwa saat ini semua orang sudah memiliki akses yang mudah, aman, dan murah untuk berinvestasi. 

"Semua butuh waktu untuk berjalan sesuai jalurnya," tutup Balchunas

Copiedbagikan