


​Pemerintah Negara Bagian California meluncurkan sistem pemantauan dampak AI yang terintegrasi dengan program pendampingan dan pelatihan bagi pekerja terdampak. Melalui rilis di situs resminya pada Kamis 25 Juni, Gubernur Gavin Newsom menjelaskan bahwa data dari sistem ini akan digunakan untuk memberikan intervensi proaktif kepada pekerja. Bentuk pendampingan meliputi dukungan langsung dalam pencarian kerja, bimbingan jaminan kesehatan, hingga penyediaan peluang peningkatan keterampilan bagi masyarakat.
​Untuk menyukseskan program tersebut, California menyalurkan investasi strategis sebesar $750.000 kepada California Workforce Association guna menyusun strategi ketenagakerjaan berbasis AI di tingkat lokal. Pendanaan ini memperkuat sumber daya pelatihan kerja yang sudah berjalan di bawah Dewan Pengembangan Tenaga Kerja California dan Panel Pelatihan Kerja. Selain itu, program Degree Plus dari University of California dioptimalkan untuk menggabungkan jalur sarjana dengan sertifikat keterampilan serta magang berbayar.
​Meskipun analisis awal menunjukkan belum ada lonjakan klaim pengangguran massal, langkah preventif ini dinilai krusial karena dampak otomatisasi AI mulai dirasakan kelompok pekerja berpendidikan tinggi di San Francisco Bay Area sejak akhir 2022. Melalui rangkaian program pelatihan dan pendampingan ini, pemerintah setempat berkomitmen memastikan para pekerja mampu beradaptasi dan mendapatkan hak yang adil dari peningkatan produktivitas berbasis teknologi.