


Berdasarkan laporan pemantauan awal dari Arkham Intelligence yang diperkuat oleh data on-chain dari Validator Queue per Jumat, 24 Juli 2026 pukul 04:24 WIB, antrean penarikan dana keluar validator Ethereum terpantau berada di angka 0 ETH dengan estimasi waktu tunggu 0 menit. Hal ini mengindikasikan tidak adanya antrean validator yang berupaya menghentikan peran mereka di jaringan secara massal, yang menandakan kuatnya keyakinan para holder ETH saat ini. Kendati antrean keluar kosong, proses penarikan modal staking secara penuh tetap memerlukan jeda teknis otomatis sekitar 7,7 hari hingga dana benar-benar mendarat di wallet.
​Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan antrean validator baru yang ingin mengaktifkan node di jaringan. Data mencatat ada sebanyak 2.528.923 ETH yang sedang mengantre untuk masuk ke jaringan konsensus. Mengularnya antrean masuk ini memicu masa tunggu hingga 43 hari 22 jam bagi para entitas atau investor baru yang ingin memvalidasi jaringan. Penumpukan antrean ini terjadi karena adanya batas tingkat pergantian (churn limit) sebesar 256 validator per epoch, yaitu kuota maksimum validator baru yang diizinkan oleh sistem Ethereum untuk aktif dalam satu siklus waktu demi menjaga stabilitas dan keamanan jaringan.
​Secara keseluruhan, total ETH yang terkunci di staking contract telah mencapai 40,9 juta ETH atau mencakup sekitar 33,56% dari total pasokan beredar, dengan dukungan dari 886.508 validator aktif dan imbal hasil (staking APR) sebesar 2,64%. Kombinasi antara bersihnya antrean penarikan dan tingginya minat masuk ini memberikan sinyal positif terkait makin terbatasnya pasokan ETH yang beredar di market.
​Dengan terkuncinya sepertiga lebih pasokan di jaringan konsensus, tekanan jual dari entitas validator besar berada pada tingkat yang sangat minimum. Kondisi ini memperkuat struktur pasar Ethereum di tengah tingginya permintaan akumulasi di ekosistem staking.