Pemerintahan Presiden Donald Trump menawarkan hingga 40 juta barel minyak mentah dari Strategic Petroleum Reserve (SPR) ketika harga bahan bakar AS masih tinggi menjelang pemilu paruh waktu November. Minyak tersebut diberikan melalui skema pinjaman kepada perusahaan energi, bukan penjualan permanen.
Pelepasan ini merupakan bagian terakhir dari komitmen AS sebesar 172 juta barel dalam aksi terkoordinasi International Energy Agency (IEA). Sekitar 30 negara sebelumnya sepakat menyediakan total 400 juta barel cadangan untuk meredam gangguan pasokan setelah pecahnya perang Iran.
Tekanan harga energi di AS masih berat. Harga bensin berada di atas $4 per galon, sementara diesel telah menembus $6 per galon setelah konflik Iran mengganggu pasar energi global. Kondisi tersebut meningkatkan tekanan politik terhadap pemerintahan Trump menjelang pemilu paruh waktu.
Namun, pelepasan tersebut akan membuat SPR semakin menipis. Cadangan saat ini berada di bawah 284 juta barel dan berpotensi turun ke level terendah sejak 1982 jika seluruh minyak yang ditawarkan terserap. Perusahaan nantinya wajib mengembalikan minyak yang dipinjam beserta tambahan volume, dengan pengembalian penuh diperkirakan berlangsung hingga akhir 2028.


.png)
