Elon Musk kembali mendapat peran resmi sebagai penasihat pemerintah AS setelah lebih dari setahun meninggalkan pemerintahan. Kali ini, CEO SpaceX tersebut akan ikut memimpin Project Meridian, proyek Pentagon untuk mempelajari seperti apa perang masa depan dan teknologi apa yang perlu dikembangkan militer AS.
Musk akan memimpin proyek tersebut bersama pendiri perusahaan teknologi pertahanan Anduril, Palmer Luckey, serta mantan Ketua DPR AS Newt Gingrich. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan tim tersebut akan mempelajari medan perang masa depan dan menentukan senjata serta teknologi yang dibutuhkan untuk mempertahankan keunggulan militer AS.
Project Meridian akan berlangsung sekitar 120 hari dengan fokus pada perkembangan seperti kecerdasan buatan, drone dan senjata otonom, robotika hingga bioteknologi. Hasil kajian dijadwalkan diserahkan kepada Menteri Pertahanan paling lambat 28 Januari 2027, dengan laporan publik serta lampiran rahasia.
Penunjukan tersebut menandai kembalinya Musk ke peran formal di pemerintahan setelah sebelumnya terlibat dalam Department of Government Efficiency (DOGE). Musk sendiri selama beberapa tahun terakhir kerap mengatakan drone otonom dan rudal hipersonik akan memainkan peran besar dalam peperangan masa depan.


.png)
