Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) tengah menyelidiki kesepakatan lisensi senilai $17 miliar antara Nvidia dan startup chip AI Groq. Regulator ingin mengetahui apakah struktur transaksi tersebut sengaja dirancang untuk menghindari pemeriksaan antitrust yang biasanya berlaku dalam proses akuisisi.
Kesepakatan yang diumumkan pada Desember 2025 tersebut memberikan Nvidia lisensi non-eksklusif atas teknologi chip Groq. Pada saat yang sama, Nvidia merekrut sejumlah eksekutif penting Groq, termasuk pendirinya Jonathan Ross. Groq sendiri tetap beroperasi sebagai perusahaan independen.
DOJ dilaporkan membuka penyelidikan tidak lama setelah transaksi diumumkan dan telah mengirim permintaan resmi kepada Nvidia untuk menyerahkan informasi terkait kesepakatan tersebut. Model transaksi seperti ini mendapat perhatian karena perusahaan dapat memperoleh teknologi dan talenta utama tanpa melakukan akuisisi penuh yang otomatis menghadapi proses pemeriksaan merger.


.png)
