​Upgrade Helicon pada jaringan Avalanche (AVAX) dijadwalkan aktif di Mainnet pada Selasa (22/9) pukul 15.00 UTC atau 22.00 WIB. Pembaruan skala besar ini mengintegrasikan enam proposal komunitas (Avalanche Community Proposal/ACP) sekaligus untuk meningkatkan efisiensi transaksi pada C-Chain serta merestrukturisasi mekanisme ekonomi staking jaringan.
​Perubahan paling fundamental terletak pada pelonggaran batas minimum periode staking bagi validator, yang dipangkas drastis dari 14 hari menjadi hanya 48 jam. Penyesuaian ini dirancang untuk memberikan fleksibilitas likuiditas yang lebih tinggi bagi investor institusional. Tak hanya itu, Helicon turut menyematkan fitur perpanjangan otomatis (auto-renewed staking) yang memungkinkan imbal hasil terakumulasi langsung tanpa proses administrasi berulang.
​Di sisi lain, Avalanche tetap menjaga stabilitas pasokan token dengan menyesuaikan kurva imbal hasil tahunan. Insentif untuk komitmen jangka pendek diturunkan guna meredam inflasi AVAX, sementara imbal hasil untuk penguncian dana selama satu tahun dipertahankan tetap kompetitif. Kebijakan insentif ini diimbangi dengan peningkatan standar operasional, di mana batas minimum keaktifan (uptime) validator dinaikkan menjadi 90% demi menjamin keandalan jaringan.
​Kombinasi efisiensi teknis dan sentimen positif adopsi institusional seperti integrasi dengan Paxos serta Charles Schwab memberikan dorongan kuat pada pasar. Menjelang aktivasi sistem tersebut, token AVAX mencatatkan reli impresif dengan lonjakan harga mencapai 43% dalam sepekan terakhir ke level $10,96.



