asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT71,425.5+761.76 ( +1.08% )
CUSDT0.0766-0.0057 ( -6.93% )
COSUSDT0.001827-0.000237 ( -11.48% )
ETHUSDT2,103.61+27.34 ( +1.32% )
MYXUSDT0.3906+0.0401 ( +11.44% )
PIXELUSDT0.01165+0.00016 ( +1.39% )
SOLUSDT88.0+1.01 ( +1.16% )
TRUMPUSDT4.019-0.011 ( -0.27% )
TRXUSDT0.2985+0.0018 ( +0.61% )
Powered by
News

ETH Berpotensi Anjlok ke $1.500 Meski Tingkat Adopsi Terus Naik

User
March 16, 2026 | 00:33 WIB
User
UpdatedDwi Cahyo
March 16, 2026 | 00:48 WIB
ETH Berpotensi Anjlok ke $1.500 Meski Tingkat Adopsi Terus Naik

​Lembaga riset onchain CryptoQuant memperingatkan adanya fenomena "paradoks adopsi" pada ekosistem Ethereum. Meskipun aktivitas jaringan mencatatkan rekor tertinggi yang melampaui level bull market 2021, harga ETH justru tertekan lebih dari 50% dari titik tertinggi siklusnya. Head of Research CryptoQuant, Julio Moreno, memproyeksi ETH berisiko jatuh ke level $1.500 pada akhir kuartal ketiga atau awal kuartal keempat jika kondisi market tidak segera membaik.

​Ketidakselarasan ini dipicu oleh dominasi aktivitas smart contract, DeFi, dan jaringan Layer 2 yang tidak lagi berkorelasi positif dengan nilai aset. Data menunjukkan bahwa hubungan historis antara pertumbuhan pengguna jaringan dan harga ETH kini telah memudar. Alih-alih mengikuti lonjakan aktivitas onchain, harga ETH justru terbebani oleh tingginya angka inflow atau aliran dana masuk ke bursa yang mengindikasikan tekanan jual masif dari para investor kripto.

​CryptoQuant menegaskan bahwa pertumbuhan organik pada data onchain tidak cukup kuat untuk mengangkat harga selama arus modal terus keluar dari ekosistem. Agar bisa keluar dari fase bear market, Ethereum membutuhkan sentimen baru yang mampu memicu aliran modal masuk yang positif sekaligus menurunkan dominasi tekanan jual di berbagai bursa global.

Copiedbagikan