

.png)
.png)

Bank of America (BofA) memperkirakan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga acuan sebanyak tiga kali pada tahun ini. Proyeksi tersebut muncul setelah bank investasi tersebut melihat tekanan inflasi di Amerika Serikat kembali meningkat di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.
Dalam analisis terbarunya, BofA menyebut kondisi inflasi saat ini menjadi "semakin memburuk secara jelas" atau "unambiguously worse". Menurut mereka, perkembangan harga konsumen dan ekspektasi inflasi menunjukkan bahwa bank sentral kemungkinan perlu mengambil langkah yang lebih agresif dibanding perkiraan pasar saat ini.
Prediksi tersebut berbeda dengan ekspektasi sebagian investor yang sebelumnya memperkirakan siklus pengetatan moneter telah mendekati akhir. Jika benar terjadi, tiga kali kenaikan suku bunga akan membuat biaya pinjaman tetap tinggi lebih lama dan berpotensi menekan aktivitas ekonomi serta pasar keuangan.
Kebijakan suku bunga The Fed menjadi perhatian utama investor global karena memengaruhi aliran modal, nilai tukar dolar AS, harga obligasi, hingga aset berisiko seperti saham dan kripto. Kenaikan suku bunga umumnya membuat instrumen berbasis dolar lebih menarik dibanding aset spekulatif.
Bagi pasar kripto, prospek suku bunga yang lebih tinggi dapat menjadi tantangan dalam jangka pendek. Likuiditas yang lebih ketat cenderung mengurangi minat investor terhadap aset berisiko. Namun di sisi lain, beberapa pelaku pasar menilai dampaknya akan bergantung pada kekuatan ekonomi AS dan kemampuan pasar menyerap kebijakan tersebut.