


Pemerintah Kenya melalui Kenya National Examinations Council (KNEC) resmi meluncurkan sistem e-certification skala nasional berbasis blockchain yang dibangun di atas jaringan Avalanche C-Chain. Langkah ini diambil berdasarkan rilis resmi Ava Labs pada 3 Agustus 2026 untuk merombak total tata cara verifikasi dokumen akademik, memangkas proses birokrasi dari yang sebelumnya memakan waktu satu hingga enam bulan menjadi hanya hitungan detik, sekaligus memangkas risiko manipulasi data dan situs verifikasi palsu.
​Inisiatif yang bekerja sama dengan penyedia teknologi lokal via platform LegitDoc ini secara langsung mengamankan lebih dari 15 juta rekam akademik historis sejak tahun 1989 ke dalam jaringan blockchain. Selain itu, sertifikat ujian KCSE 2025 untuk hampir 1 juta siswa kini diterbitkan secara eksklusif dalam bentuk e-certificate. Ke depannya, infrastruktur digital ini diproyeksikan akan menampung hingga 35 juta dokumen terverifikasi yang mencakup jenjang pendidikan dasar (KCPE Grade 8), menengah (KCSE Grade 12), program diploma tinggi, hingga sertifikasi pengajar pemerintah.
​Chief Executive Officer KNEC, Dr. David Njengere, menegaskan bahwa kandidat kini tidak perlu lagi bergantung pada dokumen fisik karena ijazah digital dapat diakses, diunduh, dan diverifikasi secara mandiri melalui portal resmi. Penggunaan teknologi Avalanche ini sejalan dengan platform LegitDoc di Distrik Dantewada, India, yang mendigitalisasi 700.000 dokumen pertanahan. Adopsi di Kenya ini turut memperpanjang rekam jejak Avalanche di sektor publik global, menyusul langkah California DMV yang mendigitalisasi 42 juta dokumen kendaraan serta Bergen County di New Jersey yang menokenisasi 370.000 akta tanah senilai $240 miliar.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.