


​Berdasarkan observasi data on-chain, Pemerintah Kerajaan Bhutan kembali terdeteksi memindahkan BTC keluar dari wallet mereka. Dalam sepekan terakhir, wallet yang dikelola negara tersebut mentransfer sekitar 284 BTC atau setara 22,4 juta dolar AS. Salah satu transaksi utama yang terjadi lima hari lalu dikirim langsung ke alamat yang teridentifikasi milik market maker QCP Capital, sinyal kuat adanya aksi likuidasi aset ke market.
​Aksi ini menambah panjang daftar realisasi keuntungan yang dilakukan Bhutan, di mana Arkham mencatat negara tersebut memiliki pola rutin melepas aset dalam pecahan besar. Meskipun baru saja lepas muatan, cadangan Bitcoin negara Himalaya ini masih sangat tebal. Saat ini, Bhutan diperkirakan masih memegang sisa aset sebanyak 5.700 BTC dalam treasury negara mereka.
​Kekayaan kripto ini merupakan hasil mining sejak 2019 yang memanfaatkan surplus energi hidroelektrik, menghasilkan total profit lebih dari 765 juta dolar AS dengan biaya energi yang sangat efisien. Namun, aktivitas mining mereka kini dilaporkan melambat drastis pasca halving 2024. Kenaikan biaya produksi per BTC yang mencapai dua kali lipat membuat Bhutan kini lebih fokus mengelola cadangan aset yang sudah terkumpul alih-alih mengejar produksi baru secara agresif.