Bitcoin kembali merosot ke area $82.000 setelah gagal mempertahankan momentum di atas level $83.000. Tekanan jual kali ini dipicu oleh lonjakan yield US Treasury 10 tahun yang sukses menembus level 5,35% untuk pertama kalinya dalam 24 tahun terakhir, membawa total kenaikan sejak titik terendah pra-Perang Iran melonjak hingga 143 basis poin.
​Kenaikan imbal hasil obligasi yang mencetak rekor tertinggi baru dalam lebih dari dua dekade ini membuat aset berisiko seperti Bitcoin kehilangan daya tarik. Investor cenderung mengalihkan modal ke instrumen obligasi pemerintah yang menawarkan imbal hasil besar di tengah kekhawatiran inflasi, utang AS yang membengkak, serta suku bunga yang bertahan tinggi.



