


Market BTC mengalami guncangan hebat hingga crash menyentuh kisaran 73.000 dolar AS pada perdagangan Rabu, 4 Februari. Penurunan tajam ini seketika menyeret portofolio Strategy, perusahaan treasury BTC terbesar di dunia, jatuh ke dalam zona merah. Koreksi market ini menjadi pukulan telak bagi perusahaan pimpinan Michael Saylor tersebut karena nilai aset mereka kini merosot di bawah modal awal.
​Mengacu pada data market terkini, posisi harga BTC sudah jebol di bawah harga pembelian rata-rata Strategy yang berada di angka 76.000 dolar AS. Situasi ini membuat tumpukan aset senilai 54,6 miliar dolar AS milik perusahaan mengalami penyusutan nilai yang signifikan. Akibat tekanan market yang agresif ini, Strategy diperkirakan menanggung floating loss sebesar 750 juta dolar AS atau setara dengan 12,5 triliun rupiah.