


Market kripto kembali mengalami guncangan hebat setelah Bitcoin resmi tumbang sempat menyentuh area $59.000 untuk pertama kalinya sejak Oktober 2024. Penurunan tajam ini terjadi di tengah aksi jual massal yang merontokkan bursa saham serta komoditas global, memicu lenyapnya valuasi pasar modal dan emas hingga triliunan dolar. Turunnya harga BTC yang anjlok hingga 27% dalam 20 hari terakhir ini kian diperparah oleh derasnya outflow dari ETF Bitcoin Spot, yang menandakan investor institusional mulai buru-buru mengambil langkah defensif akibat ketidakpastian kebijakan moneter dan situasi geopolitik global. Dengan kejatuhan ini, posisi Bitcoin kini tercatat sudah minus 53% dari titik tertinggi sepanjang masa (ATH) yang sempat bertengger di level $126.000-an.
​Kepanikan di dalam industri kripto sendiri kian diperuncing oleh reaksi emosional terhadap kabar mengejutkan dari internal industri. Alih-alih melakukan akumulasi rutin seperti biasanya, muncul laporan mengenai aksi jual sebanyak 32 BTC milik Strategy (MSTR). Meskipun jumlahnya relatif kecil bagi ukuran korporasi tersebut, pelaku pasar meresponsnya secara agresif dan memicu gelombang penjualan panik karena khawatir ini menjadi sinyal awal perpindahan strategi portofolio korporasi di saat average cost mereka terpaut jauh di atas harga pasar berjalan saat ini.
​Kondisi bearish di industri aset kripto ini juga disempurnakan oleh kabar buruk yang sangat fatal dari sektor Altcoin, di mana proyek koin privasi Zcash (ZEC) dilaporkan terindikasi memiliki bug kritis pada sistemnya. Kerentanan tersebut memungkinkan pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan pencetakan koin ZEC baru sebanyak mungkin secara tidak terbatas, namun hingga kini jumlah pasti token yang berhasil dicetak secara ilegal tersebut masih belum diketahui. Rumor exploit inflasi tersembunyi pada jaringan ZEC ini langsung merusak sisa kepercayaan pasar, memicu kepanikan massal di kalangan investor retail, dan menciptakan efek domino penurunan yang menyeret seluruh ekosistem altcoins jatuh ke level terendah baru sepanjang tahun 2026.