Portofolio Ethereum milik Bitmine masih mencatatkan kerugian belum terealisasi atau floating loss sebesar Rp65,39 triliun ($3,674 miliar), kendati harga ETH menguat ke level $2.725 per ETH pada Selasa (22/9) saat artikel ini diterbitkan. Saat ini perusahaan memegang total 5.983.940 ETH dengan valuasi sekitar $16,306 miliar atau setara Rp290,24 triliun. Posisi tersebut belum mampu membawa neraca perusahaan ke posisi profit akibat averaging cost pembelian yang masih berada di kisaran $3.339 per ETH (-18,4%).
​Posisi minus tersebut tetap bertahan kendati perusahaan terus aktif melakukan akumulasi aset di pasar kripto. Sepanjang pekan lalu, Bitmine memborong tambahan 27.562 ETH berdasarkan rilis resmi pada Senin (21/9). Aksi beli tersebut kian mempertegas strategi jangka panjang perusahaan yang kini menguasai sekitar 4,9% dari total suplai Ethereum global yang beredar.
​Meski neraca kepemilikan aset masih berada di bawah tekanan, tren penguatan ETH setidaknya mulai memangkas margin kerugian secara bertahap. Lonjakan harga ke level $2.725 ini mencerminkan kenaikan sebesar 5,4% dalam 24 jam terakhir dan tumbuh 12,6% dalam sebulan terakhir, sekaligus mengangkat kembali kapitalisasi pasar Ethereum ke kisaran $332,5 miliar.



