

.png)
.png)

CEO JPMorgan Chase Jamie Dimon kembali memperingatkan risiko tingginya penggunaan utang atau leverage di pasar keuangan. Ia menilai kondisi tersebut dapat memperbesar gejolak apabila satu investor besar atau hedge fund mengalami kegagalan.
Dimon menyoroti margin debt yang telah berada di level sangat tinggi. Menurutnya, risiko sebenarnya bahkan bisa lebih besar karena terdapat penggunaan leverage lain di pasar yang tidak tercatat secara langsung sebagai margin debt.
Kekhawatiran tersebut meningkat setelah sejumlah peristiwa menunjukkan bagaimana leverage dapat mempercepat kerugian. Salah satunya adalah gejolak yang dialami hedge fund berbasis AI Situational Awareness setelah terkena margin call akibat posisi dengan leverage tinggi.
Dimon menilai semakin tinggi leverage, semakin besar kemungkinan sebuah kejadian dapat berkembang menjadi gangguan pasar dalam waktu singkat. Namun, ia tidak menyatakan bahwa kondisi saat ini sudah sama dengan krisis finansial global 2008 atau bahwa krisis serupa pasti akan terjadi.
Peringatan ini menjadi perhatian karena Dimon sebelumnya juga melihat kemiripan perilaku sebagian pelaku pasar dengan periode menjelang krisis keuangan 2008, ketika penggunaan utang dan pengambilan risiko meningkat sebelum akhirnya memicu tekanan besar di sistem keuangan.
Stay Updated
Follow Cryptowave di Google News
Dapatkan berita kripto, blockchain, dan WEB3 terbaru setiap hari langsung dari Google News Cryptowave.