Developer browser Brave resmi merilis upgrade sistem keamanan baru pada AI Assistant mereka, Brave Leo, pada Kamis (15/10). Pembaruan ini menghadirkan fitur enkripsi end-to-end (E2E) untuk menjamin privasi prompt maupun data interaksi pengguna secara penuh. Lewat arsitektur baru ini, seluruh data otomatis dikunci sebelum keluar dari perangkat, sehingga tidak bisa diintip oleh pihak ketiga maupun tim internal Brave sendiri.
​Untuk menjalankan keamanan E2E ini, Brave mengintegrasikan teknologi Trusted Execution Environment (TEE) milik jaringan NEAR AI yang disupport perangkat keras Nvidia. Pemrosesan model AI GLM 5.3 Flash dieksekusi langsung di dalam lingkungan TEE yang terisolasi. Ditambah dengan protokol Oblivious HTTP, alamat IP pengguna juga ikut disembunyikan agar tidak bisa dilacak oleh penyedia infrastruktur.
​Integrasi ini menjadi bukti nyata bagaimana jaringan decentralized AI mampu menyelesaikan masalah privasi yang selama ini membayangi platform AI terpusat. Dengan menyerahkan pemrosesan data ke komputasi rahasia NEAR AI, riwayat obrolan pemilik aset kripto tidak akan bisa bocor ke publik atau diam-diam dipakai untuk melatih model AI tanpa izin.
​Langkah Brave ini menetapkan standar baru untuk perlindungan privasi yang transparan di sektor Web3 dan AI. Fitur keamanan baru ini sudah bisa dicoba langsung oleh seluruh pengguna browser Brave di kanal Release, Beta, maupun Nightly cukup dengan memilih model GLM 5.3 Flash pada fitur Brave Leo



