asset coin leftasset coin right
📩 Stay Ahead in Crypto!🔥
Get expert insights & alerts straight to your inbox — join our newsletter now!
Dark Mode
BTCUSDT64,188.3+135.15 ( +0.21% )
ETHUSDT1,746.39+16.98 ( +0.98% )
HUSDT0.15927-0.0389 ( -19.63% )
HEIUSDT0.0929-0.0026 ( -2.72% )
HMSTRUSDT0.0001909+0.0000321 ( +20.21% )
HYPEUSDT67.416-0.51 ( -0.75% )
IAGUSDT0.04817+0.01938 ( +67.32% )
RESOLVUSDT0.0202+0.0027 ( +15.43% )
SOLUSDT74.02+1.01 ( +1.38% )
Powered by
News - Technology

Bridge di Secret Network Kehilangan $4,67 Juta Akibat Eksploit yang Tak Terdeteksi

User
June 22, 2026 | 14:08 WIB
User
UpdatedBenny Hawe
June 22, 2026 | 14:08 WIB
Bridge di Secret Network Kehilangan $4,67 Juta Akibat Eksploit yang Tak Terdeteksi

Bridge Axelar IBC yang terhubung dengan Secret Network mengalami eksploitasi senilai sekitar $4,67 juta akibat celah infinite-mint yang baru terdeteksi tujuh hari setelah serangan terjadi pada 10 Juni 2026.

Investigasi awal mengungkap bahwa akar masalah berasal dari tidak adanya validasi source-channel pada kontrak ICS-20 di sisi Secret Network. Kerentanan tersebut diketahui berasal dari kontrak yang sebelumnya dimigrasikan pada 2023 dan memungkinkan penyerang mencetak aset dalam jumlah tidak terbatas melalui jalur bridge yang terdampak.

Menurut laporan insiden, peretas masih menguasai sekitar $672.000 dalam sebuah wallet Axelar yang belum berhasil dibekukan. Hingga saat ini belum ada dana yang berhasil dipulihkan dari hasil eksploitasi tersebut.

Sebagai langkah mitigasi, Axelar telah menonaktifkan seluruh rute bridge yang terdampak untuk mencegah kerugian lebih lanjut. Tim pengembang juga tengah melakukan audit dan investigasi mendalam untuk memastikan tidak ada jalur serangan serupa yang masih dapat dimanfaatkan.

Menariknya, token SCRT milik Secret Network justru mencatat kenaikan sekitar 5,6% setelah pengungkapan insiden tersebut. Kenaikan harga kemungkinan didorong oleh respons cepat tim pengembang serta fakta bahwa kerentanan tidak berasal dari protokol inti Secret Network maupun infrastruktur utama Axelar dan Inter-Blockchain Communication (IBC).

Insiden ini kembali menyoroti tingginya risiko keamanan pada smart contract lintas rantai (cross-chain bridge). Dalam beberapa tahun terakhir, bridge blockchain menjadi salah satu target favorit peretas karena mengelola aset dalam jumlah besar dan memiliki kompleksitas teknis yang tinggi.

Meski protokol inti Axelar dan IBC dilaporkan tidak terdampak, kasus ini menunjukkan bahwa satu kesalahan kecil dalam implementasi smart contract dapat menyebabkan kerugian jutaan dolar. Bagi industri blockchain, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa keamanan bridge masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pengembangan ekosistem multichain.

Copiedbagikan