CEO BlackRock, Larry Fink, menegaskan dirinya tidak percaya bahwa perkembangan industri kecerdasan buatan (AI) saat ini merupakan gelembung investasi atau AI bubble. Menurutnya, teknologi tersebut justru membuka peluang pertumbuhan besar di berbagai sektor ekonomi.
Fink mengakui bahwa tidak semua perusahaan yang berinvestasi dalam AI akan berhasil. Ia memperkirakan akan muncul perusahaan yang mengalami kegagalan besar, tetapi juga perusahaan yang meraih keuntungan luar biasa dari perkembangan teknologi tersebut.
Menurutnya, peluang AI tidak hanya terbatas pada perusahaan teknologi, tetapi juga mencakup sektor energi, infrastruktur, dan kesehatan. Ketiga sektor tersebut dinilai berpotensi memperoleh manfaat besar dari meningkatnya kebutuhan komputasi dan penerapan AI.
Pernyataan Fink muncul di tengah perdebatan mengenai tingginya valuasi perusahaan teknologi serta besarnya investasi untuk membangun infrastruktur AI, termasuk pusat data dan kebutuhan energi.


.png)
